Wednesday, April 24, 2013

Menikah untuk Bahagia

Sekitar 3 minggu lalu, Mbak Indah Julianti (Kumpulan Emak Blogger), inbox ke saya untuk mengundang ke acara seminar parenting "Keys to Happy Marriage" yang diselenggarakan oleh Mommies Daily.

Ke seminar pernikahan? Buat apaan? Pernikahan saya kayaknya baik-baik aja? batin saya saat itu

Tapi karena ke-kepoan saya kan kadang besar juga, penasaran juga kayak apa sih seminar pernikahan itu? Lagian saat itu libur 3 hari pula dan gak ada rencana khusus, jadi ya udah saya okein. Hitung-hitung buat nambah postingan saya paling enggak :D

Udah gitu reaksi suami saya juga sama waktu saya cerita dapet undangan ke seminar pernikahan, malah dia sampe tanya siapa pembicaranya? Udah menikah belom?

Saya ngikik banget sama pertanyaan suami, tapi bisa dimengerti, sih. Ya karena ada aja pakar yang memang cuma bisa berteori, kan? Makanya malam itu juga kami mencari tahu tentang sosok Pak Indra Noveldy :) *nikmatnya zaman internet, tinggal cari di google :D

Dapet 2 undangan, tadinya kan buat suami juga. Tapi last minute gak jadi ikut, karena Nai gak mau. Itu pun saya di kasih syarat 20 langkah untuk dapat izin :D

Sampe lokasi banyak yang dateng berpasangan. Kayaknya kehitung sama jari deh yang dateng sendiri hehe

Ternyata bemanfaat banget dateng kesana. Menurut pembicaranya, Pak Indra Noveldy, seharusnya untuk berbicara dengan konsultan pernikahan gak perlu menunggu bermasalah dulu. Yang merasa pernikahannya baik-baik aja, atau yang belom menikah pun boleh.

Masih ingat postingan saya tentang Prioritas Utama dalam Berkeluarga? Dimana sepasang konsultan pernikahan di acara Nate Berkus Show mengatakan bahwa hubungan dengan suami/istri harus ditempatkan di paling atas. Pak Indra Noveldy sebagai pembicara di seminar itu pun berpendapat demikian. Karena orang tua yang bahagia berarti anak juga bahagia.

Tujuan menikah itu untuk bahagia, tidak hanya untuk punya anak. Paham kan maksudnya? Formulanya adalah yang menuju surga

Lari Sprint vs Marathon

Banyak orang melakukan pernikahan seperti sedang lari sprint. Menggebu-gebu dari start awal. Sekuat tenaga dikeluarkan tapi jarak tempuhnya pendek.

Padahal pernikahan harusnya seperti lari marathon. Tenaga kita harus diatur, kalo terlalu menggebu-gebu, yakin gak akan sampai finish karena udah kehabisan tenaga. Pada lari marathon, di saat start banyak penonton yang datang untuk mendukung, sebagai peserta kita masih bisa tersenyum. Di tengah-tengah, satu per satu pelari mulai bertumbangan, penonton pun semakin sedikit. Wajah kita pun semakin 'jelek' karena kelelahan. Masih sanggupkah untuk meneruskan?

Bagi mereka yang berhasil mencapai finish, secapek apapun wajah kita pasti wajahnya akan terlihat bahagia. Dan pernikahan harusnya seperti itu

Pergi ke mall vs naik gunung

Pernikahan itu jangan seperti kita mau pergi ke mall, cuma bawa tas kecil. Tapi seperti kita mau pergi ke gunung, bawa tasnya yang besar. Karena untuk menjalankan pernikahan butuh bekal banyak.

Banyak pasangan yang semangat sekali ketika mempersiapkan pernikahan. Biaya puluhan sampai ratusan juta dikeluarkan. Dari mulai lamaran sampai resepsi dipersiapkan sesempurna mungkin. Kalopun ada masalah di sana-sini saat persiapan tidak membuat semangat menurun, segala rintangan di persiapkan untuk sebuah acara istimewa. Tapi setelah itu apa?

Banyak pasangan yang bersedia "babak belur" demi sebuah proses menuju  pernikahan. Tapi setelah memasuki dunia pernikahan banyak yang gak bisa bertahan. Makanya jangan heran kalo uasia pernikahan di atas 5 tahun bahkan 10 tahun masih ada aja yang becerai. Itu karena bekalnya gak cukup.

FAKTA Tidak semua pria menjadi dewasa setelah menikah

Ini kata Pak Indra, lho. Jangan protes ke saya hehe. Kalo seperti itu apa yang harus seorang istri lakukan?

Logisnya istri mengambil alih kemudi sambil pelan-pelan memperbaiki sifat suami. Karena faktanya mencela sifat suami atau memberi tatapan 'membunuh' tidak menyelesaikan masalah malah memperparah

Berani bayar harganya

Ingin menikah untuk bahagia? Berarti harus berani bayar harganya. Ilustrasinya seperti ini, kalo kita ingin mempunyai badan bagus, kita rela pergi ke tempat fitness dengan membayar sejumlah uang. Trus di tempat fitness kita harus berolahraga yang bikin cape. Nyebelin, ya. Tapi kalo kita rajin, hasilnya pelan-pelan akan terlihat

Begitu juga dengan pernikahan. Tidak mudah untuk menjaga sebuah pernikahan tapi kita harus tetap berusaha.

Pacaran sebelum nikah itu bisa jadi PROBLEM UTAMA dalam pernikahan

Banyak yang berpikir, pacaran dulu deh untuk lebih mengenal pasangan. Tapi kadang lupa, ketika pacaran, begitu ada masalah sedikit-sedikit minta putus. Ternyata hal itu bisa terbawa ke alam bawah sadar, kita terprograming dengan kata-kata putus.

Akibatnya ketika kita menikah, dan ada masalah bersama pasangan, alam bawah sadar mengajak untuk membubarkan pernikahan alias bercerai. Jadi hati-hati, ya

Komunikasi

Komunikasi tidak hanya tentang berbicara. Cara, timing, conditioning, momentum, pemilihan kata, intonasi itu adalah komunikasi

Faktanya 90% perceraian di USA terjadi karena tidak adanya komunikasi yang baik. Bagaimana dengan Indonesia, ya :)

Menikah itu berkah dan banyak rezeki? Belum tentu

Kalau kita ingin pernikahannya berkah dan banyak rezeki, maka sejak pagi harus tersenyum. Ya, siapa yang nyaman sih kalau harus ke kantor tapi di rumah di awali dengan pertengkaran?

Giving, Giving, Giving

Dalam pernikahan harusnya seperti konsep petani, selalu giving. Receiving akan ada tapi nanti, itupun belum tentu karena bisa saja dalam perjalanannya terancam gagal.

Maksudnya begini, seorang petani ketika bertanam, dia terus saja berusaha memberikan yang terbaik untuk tanamannya supaya bisa tumbuh subur. Dalam prosesnya itu belum tentu ada jaminan tanaman pasti subur, karena bisa jadi terganggu oleh faktor-faktor lain. Tapi petani terus saja berusaha. Dan pada akhirnya ketika tanaman itu menghasilkan, maka saat itu petani menerima hasilnya

Pernikahan jangan seperti konsep transaksi, giving dan receiving harus terjadi saat itu juga

Menyayangi tapi saling menyakiti

Ada pasangan yang sebetulnya merasa sayang dengan pasangannya tapi kenyataannya mereka malah saling menyakiti. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak tau cara menyayangi. Ilustrasi sederhananya seperti ini ...

Pasangan kita itu penggemar gado-gado. Kita yang menyukai steak berpikir, rasa steak itu lebih enak. Dan dengan alasan rasa sayang kepada pasangan, kita pun selalu berusaha menyajikan steak yang terbaik untuk pasangan.

Pada awalnya pasangan kita akan makan steak itu, tapi kalo terus-terusan di sajikan steak tanpa pernah gado-gado, lama-lama dia juga akan protes "kesukaan saya kok gak pernah pernah disajikan?"

Kita yang merasa selama ini selalu menyajikan yang terbaik merasa gak terima. Merasa pasangan kita gak tau berterima kasih, pada akhirnya bertengkar. Itulah kenapa suka ada kasus saling menyayangi tapi malah menyakiti.

Status tanpa hubungan

Bukan hubungan tanpa status loh. Maksudnya pasangan masih mempertahankan pernikahannya, tapi sebetulnya di dalam hubungannya itu sendiri sudah tidak ada. Dan ada pasangan menikah yang mengalami kasus seperti itu

Pernikahan yang baik bukan tanpa masalah

Dalam perjalanan pernikahan masalah itu selalu ada. Pak Indra bahkan bercerita selama 13 tahun menikah, di 7 tahun pertama usia pernikahan mengalami masalah yang bahkan hampir berujung perceraian. Tapi pada akhirnya pernikahannya baik-baik aja karena memang ada usaha untuk saling memperbaiki

Masih banyak yang disampaikan oleh Pak Indra, menarik semua. Sesekali saya merasa "tertampar" mendengarnya :D Kayaknya pengen deh dateng algi ke seminar pernikahan, kan katanya juga gak perlu nunggu pernikahan kita bermasalah dulu karena memang banyak bekal yang bisa kita dapatkan

Di seminar itu, saya juga akhirnya beli bukunya Pak Indra yang di tulis bersama istrinya. Saya belum selesai membacanya, tapi sejauh ini isi bukunya bagus. Isinya gak ngebosenin, karena bahasanya ringan tapi mak jleb :D


Di akhir sesi, kami di minta mendengarkan lagu Because You loved Me - Celine Dion. Lampu ruangan di redupkan, moderator meminta saling memegang/merangkul pasangannya, kecuali yang masih pacaran.

Hmmm ... untung lampunya diredupkan, gak enak banget ngeliat pada rangkulan sementara saya ngejomblo saat itu :r mana itu lagu favorit saya, jadi ya rada-rada sedikit basah matanya :p

For all those times you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right
For every dream you made come true
For all the love I found in you
I'll be forever thankful baby
You're the one who held me up
Never let me fall
You're the one who saw me through through it all

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me

You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all
I'm grateful for each day you gave me
Maybe I don't know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me

You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You've been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you

You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me

I'm everything I am
Because you loved me

Setelah lagu selesai Pak Indra menjelaskan kalo lagu itu tentang giving, giving, giving. Konsep petani yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Kalo kita sudah memberi, berharaplah suatu saat pasangan kita akan berkata "Thank you for being my wife/husband". Jadikan itu sebagai mimpi kita.

 Sempet kopdar singkat sama Bunda Samara, yeaaayyy :)

27 comments:

  1. bunda aktif :)

    info bermanfaat :)

    ReplyDelete
  2. bagus, sangat membantu tak hanya bagi yg sudah menikah, tapi juga bagi yg belum :D

    ReplyDelete
  3. Wow keren, buat nanti menuju pernikahan makin mantep yaa teh chi :D

    ReplyDelete
  4. whuaaa... keren, mbak!! jadi pengen ikut seminar juga.. hihihi

    ReplyDelete
  5. Akhirnya Mama Ke2nai rangkulan sama Bunda Samara saja ya... hehehe... :)

    ReplyDelete
  6. saya juga tertampar..
    makasih sharingnya mak :)

    ReplyDelete
  7. Yup, menikah untuk bahagia , makasih sharing ya :)

    ReplyDelete
  8. wah asyik bangte seminarnya Myr, harusnya aku ikutan ya hehehe kan ada 2 tiket tuh :-D. Kalau gitu nanti aku kalau ke Mall bawa ransel gunugn ahhh

    ReplyDelete
  9. Materi seminar yang kereen mak myra

    ReplyDelete
  10. wah..bagus mba.. jadi pembelajaran untuk yang mau, akan, dan sudah menikah, khususnya yang baru menikah seperti saya :) *ehemmmm...
    hehehehe...
    lain kali mau ikutan ah acara seperti ini, dan harus mengajak pasangan... saya kira acara seminar nikah itu untuk yang belum menikah saja..
    hehehe

    ReplyDelete
  11. Jadi pengen nikah. *halaaaaah*

    Kayaknya perlu nih ikutan seminar beginian, biar nggak cuma semangat nikah tapi juga semangat mempersiapkan diri sebelum nikah, biar rumah tangganya berkah.

    ReplyDelete
  12. Wah banyak banget pelajaran berharganya ya mbak.... Beruntung sekali saya bisa membacanya disini meskipun ndak ikut seminarnya :)

    ReplyDelete
  13. SAngat bermanfaat, Bun

    Terima kasih atas sharing hasil seminarnya :)

    ReplyDelete
  14. Semoga rukun2 selalu
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  15. mbak myra yang anaknya dah segedha keke sama naima ajah merasa tertampar. apalagi saia???

    intinya adalah ikhlas :)

    ReplyDelete
  16. makasih sudah berbagi, menikah memang untuk bahagia, saya yang baru setahun menikah masih harus banyak belajar agar perjalanan pernikahan langgeng...

    ReplyDelete
  17. Lengkap banget review nya mak...
    Aku juga ikutan seminar itu secara gretong hihihi...

    ReplyDelete
  18. lari sprint vs marathon... suka bahasa :)
    Trimakasih udah berbagi hasil seminarnya mb chi :)

    ReplyDelete
  19. Jadi pengen nikah (banget), Mbak. Hehe...
    Tulisan ini jadi pelajaran banget buat saya kelak. Semoga saya bisa membawa semua pesan2 itu dan memasukkannya ke dalam ransel saya, sebagai bekal mengarungi rumah tangga :)

    ReplyDelete
  20. siiip bangeetttt !!!

    #ngitung ulang taun pernikahan...hwaaa...mau 14 taon...alhamdulillaaahhhhhhh !

    ReplyDelete
  21. Keren bgt blognya mak aq follow, follow balik yah :)

    ReplyDelete
  22. waaah :-) jos banget dah makasih nice article.
    Salam kenal ya...
    di tunggu kunjungan baliknya + komentarnya juga hehehe

    ReplyDelete
  23. karena menikah ngak mengenal untung dan rugi ya mba...rumahtangga itu pastinya untuk mencari kebaghagian ^^.. mampir mbak ke blog aku : http://newmyinspirationsister.blogspot.com/

    ReplyDelete
  24. Saya pengen ikut seminar yg beginian..

    nggak bisa dilewatin ini mah.. :D

    ReplyDelete

Adv

Related Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...