Tapi apakah Indonesia memang saat ini sedang terpuruk sehingga kita harus membangkitkan Indonesia? Kalo melihat media-media lokal kemungkinan jawabannya itu iya.. Karena kalo melihat media-media tersebut Indonesia seolah-olah di gambarkan seperti sebuah kapal yang sedang terancam akan karam.. Isinya kebanyakan "kegelapan" terus..
Segelap itukah Indonesia saat ini seperti yang digambarkan oleh media-media kita? Padahal kalo kita liat media di dunia maya seperti Good News From Indonesia (GNFI), Indonesia Berprestasi, Indonesia Mengajar, dll bisa jadi kita akan tercengang-cengang & kagum karena prestasi yang di torehkan anak bangsa itu banyak!! Dan paling tidak kita akan sangat bersyukur ternyata masih banyak anak bangsa yang tidak hanya duduk diam & mengeluh.. Tapi mereka melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi Indonesia!!
Lalu kenapa porsi di media-media seperti televisi, media cetak atau portal-portal berita di dunia maya itu terasa sangat kurang? KENAPA? Sebuah pertanyaan besar bagi Chi pribadi. Apakah media kita menganut paham "Bad news is a good news"? Sehingga sebuah berita buruk patut medapatkan porsi yang sangat besar di media-media kita dan seringkali menenggelamkan prestasi-prestasi dari para anak bangsa?
Entahlah.. Chi gak mau membahas panjang untuk hal itu.. Chi hanya berpikir sebuah media terutama televisi adalah hiburan termurah bagi rakyat. Masyarakat lebih mudah & sering mendapat info-info, inspirasi , dll dari televisi.. Sayangnya acara-acara di televisi mulai dari berita, sinetron, reality show, infotainment, dll lebih banyak diisi dengan hal-hal yang gak enak buat diliat.. Seandainya media-media itu mau membalikkan keadaan dengan lebih memperbanyak berita-berita tentang prestasi anak bangsa atau paling gak memberikan porsi yang seimbang. Chi yakin kalo porsi prestasi di perbanyak, akan semakin banyak masyarakat Indonesia terutama para pemuda-pemudinya yang mempunyai optimisme akan masa depan Indonesia. Akan semakin bersemangat karena terinspirasi, bahwa di Indonesia ternyata banyak anak bangsa yang berprestasi.. Karena televisi sebetulnya bisa jadi sebuah media yang ampuh untuk membentuk pola pikir masyarakat..
Sekarang yang perlu kita lalukan untuk membuat Indonesia bangkit adalah mulailah dari diri sendiri dulu. Indonesia gak akan bangkit kalo kita sendiri gak mau bangkit kan? Ini yang Chi lakukan, hal-hal sederhana dari seorang ibu rumah tangga biasa :
1. Puasa media -- lama-lama Chi cape hati melihat media terutama televisi yang isinya seperti itu.. Akhirnya beberapa bulan lalu Chi putusin untuk melakukan "puasa media". Cukup bikin hati tenang.. :)
2. Cari berita-berita pembanding -- walopun puasa media tapi Chi juga gak mau ketinggalan berita.. Tapi biasanya Chi agak jarang baca di portal-portal berita karena menurut Chi isinya sama aja. Ci lebih suka mengikuti berita-berita dari media-media social seperti membaca status-status teman-teman. Tapi lebih suka lagi baca ulasan-ulasan para blogger. Karena ternyata umumnya para blogger itu gak begitu aja kemakan berita buruk.. Mereka lebih mampu mengulas sebuah masalah sehingga kita yang membacanya pun bisa lebih jernih melihat masalah yang ada.. Intinya jangan langsung di makan mentah-mentah semua berita yang kita terima.. coba belajar untuk melihat dari berbagai sudut pandang..
3. Cari berita-berita positif -- ada GNFI, Indonesia Berprestasi, Indonesia Mengajar dan kita bisa mendapatkan lebih banyak lagi dengan bertanya ke mbah gugel tentang prestasi anak bangsa. Berita-berita seperti ini inspiratif banget. Hal ini penting banget untuk menambah semangat kita kalo kita itu bisa bersaing di dunia global.
4. Baca buku-buku inspiratif dari para tokoh -- contohnya sekarang ini Chi lagi baca buku tentang pak Dahlan Iskan "from zero to hero" hadiah kuis tali asih dari pak Dhe Cholik (terima kasih banyak untuk bukunya pak Dhe ^^). Di buku itu di ceritakan masa kecil pak DI yang berlatar belakang keluarga miskin. Rumahnya hanya berlantai tanah, hanya mempunyai 3 buah pakaian (1 baju, 1 celana & 1 sarung). Sebuah perjalanan hidup yang sangat menarik hingga akhirnya beliau bisa seperti sekarang. Jadi kesimpulannya untuk berprestasi kita gak harus terlahir sebagai anak orang kaya dulu, gak selalu seseorang yang mampu sekolah di sekolah mahal pasti akan berhasil begitu juga sebaliknya.. Kita yang terlahir dari keluarga mampu & mendapatkan pendidikan layak tentu saja harus lebih bersyukur.. Tapi bukan berarti mereka yang dari kalangan tidak mampu tidak akan lebih berhasil dari kita.. Semua itu kembali ke kitanya masing-masing.. Karena sebuah kesuksesan memerlukan perjalanan yang sangat panjang.
5. Mulai dari hal-hal sederhana dulu -- Salah satu contoh sederhana adalah seringkali kita mengeluh tentang banjir & ketidakmampuan pemerintah untuk mengatasinya.. Tapi kita sendiri secara sadar atau tidak sering buang sampah sembarangan juga.. Keliatannya memang sepele, padahal kalo banyak orang yang suka buang sampah sembarangan masalahnya gak akan jadi sepele juga. Jadi jangan pernah menganggap remeh hal-hal kecil.. Atau sudah pedulikah juga kita terhadap sesama, terhadap lingkungan sekitar kita? Jangan sampe kita berteriak-teriak menuntut pihak lain untuk peduli sementara kitanya sendiri cuek bebek..
6. Jangan cuma marah & mengeluh -- Di setiap jaman pro-kontra terhadap suatu pemerintahan itu pasti ada. Tapi jangan biarkan diri kita terlalu di selimuti rasa marah terhadap pemerintahan sehingga kita tidak mampu menggerakkan diri kita.. Coba perhatiin lagi deh, di setiap jaman selalu aja terlahir orang-orang hebat di bidangnya masing-masing. Kok bisa? Yah mungkin karena mereka gak mau cuma hanya terduduk diam.. Mungkin aja mereka pun sama kesalnya dengan kita, tapi mereka gak mau cuma diam.. Mereka terus berprestasi di bidangnya masing-masing.. Yang Chi pernah baca katanya hanya satu yang tidak di miliki oleh orang-orang hebat, yaitu waktu untuk mengeluh..
7. I Love Indonesia!! -- Ya iyalah kalo gak cinta Indonesia gimana bisa kita bikin Indonesia bangkit.. Makanya Chi suka sedih kalo ada bangsa kita sendiri yang terlalu menghina bangsanya sendiri.. Menghina & mengkritik itu sebetulnya berbeda tapi suka ada aja yang gak bisa membedakan.. Kalo melihat yang seperti ini kadang seringkali Chi gak mengerti, ingin Indonesia bangkit tapi yang bisa kita lakukan hanya menghina bangsa sendiri.. Ketika ada bangsa lain yang melecehkan Indonesia, kita menjadi marah besar.. Tapi sudahkah kita berhenti untuk tidak menghina bangsa sendiri? sekali menghina & mengkritik itu beda ya..
8. Berusaha yang terbaik sesuai kemampuan & porsinya bukan berusaha menjadi terkenal -- Kalo Chi perhatiin para tokoh-tokoh yang mengispirasi itu umumnya itu "talk less do more". Mereka bekerja sebaik-baiknya.. Dan prestasi mereka lah yang nanti akan berbicara kepada dunia tentang mereka.. Jadi jangan kita cari terkenalnya dulu.. Gak apa-apa juga kalo kita tidak menjadi terkenal, tapi paling gak kita sudah menjadi salah satu anak bangsa yang baik yang selalu berusaha sesuai dengan kemampuan & porsi masing-masing..
9. Di mulai dari keluarga -- Komunikasi, ikatan kekeluargaan yang baik sesama anggota keluarga Chi rasa akan sangat membantu seseorang untuk berprestasi. Gak cuma itu, keluarga juga bisa menjadi filter terhadap segala pengaruh buruk yang terjadi di luar sana.. Jadi mulailah dari keluarga... ^^
Itu aja yang sejauh ini Chi coba lakukan sebaik-baiknya.. Semoga mulai saat ini sampai ke depannya nanti akan semakin banyak pemuda/i Indonesia yang mempunyai kesadaran untuk membangkitkan Indonesia.. Kuncinya "Mulailah dari diri sendiri!"
Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp



kalau puasa media khususnya televisi, idah sudah mulai ni, Mba Myra? :D
ReplyDeletekalau marah dan mengluh, masih susah dihindari. :D
sukses ngontesnya ya, mbaaaaaa? ;)
iya sih kl marah sm mengeluh sy juga masih walopun lg berusaha utk di kurangi :p
DeleteSaya telah membaca dengan seksama artikel diatas.
ReplyDeleteAkan segera saya daftar
Terima kasih atas partisipasi sahabat
Salam hangat dari Surabaya
salam hangat juga dr bekasi.. terimakasih pakdhe :)
DeleteSaya rasa di Indonesia ini masih amat banyak sekali orang-orang yang luar biasa ...
ReplyDeleteberprestasi ... berbuat ... jujur ... amanah ... penuh dedikasi ...
hanya saja tidak mendapatkan porsi yang semestinya
salam saya
sy juga berpendapat gitu om.. Sayang bgt ya..
DeleteKunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
ReplyDeletetetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D
Iya ya mba, media kadang suka lebay kalo mengabarkan 'kegelapan', kalo yg positif2 malah sekilas doang >_<
ReplyDeletengeselin ya jadinya.. heeeuuu...
Deletebagus nih mbak ulasannya, semoga menang kontesnya ya mbak..
ReplyDeletemarilah kita menjadi pribadi yang lebih cerdas lagi dalam menerima berita..
tidak termakan isyu2 begitu saja, karena bisa jadi media pun tidak terlepas dari kepentingan :-)
amii.. tp menang - gak menang setidaknya sy udah ngeluarin unek2 sy yg udah kesel sm media.. Hehe..
Deletepuasa media..? saya setuju banget tuh mbak chi...daripada nonton acara yang nggak jelas mendingan di isi kegiatan lain yang lebih bermanfaat semisal baca buku ya mbak...he...:)
ReplyDeletebetul mbak... drpd cape hati terus-terusan :)
DeleteTulisan yang keren bunda Ke2Nai :)
ReplyDeleteTulisannya khas dan matang. Kayaknya bakal menang nih :)
Btw, iya ... media sptnya menganut bad news is good news. Sy juga mikir begitu. Eh, masih mending berita2 di TVRI lho, ada pembangunan dan keunikan dari provinsi2 di Indonesia.
Kalau TV2 lain, saya heran deh ... kalo dari Indonesia Timur mereka semangat memberitakan hal2 yang menegangkan dan menyeramkan seperti tawuran, jarang deh positifnya, padahal kalo liat berita TVRI sebenarnya banyak koq.
Beda dgn kalo mereka - maaf, memberitakan daerah Indonesia Barat, selalu keliatan kemajuannya.
Tapi kalo dipikir2 lagi, mungkin krn hal2 baik mereka sudah bikin segmen2nya. Misalnya seperti pariwisata kan ada, atau semacam Petualangan Panji. Trus ada juga tuh yang acara ... kao nda salah judulnya Asli Indonesia, nah itu positif2 semua. Jadi pas utk berita yang turun yang bikin eneg perasaan.
Eh, komen saya kepanjangan ya hehehe.
SUkses yah buat kontesnya ^__^
Sayang TVRI di tempat sy jlek bgt penerimaannya mbak.. Tp suka denger2 juga sih crt dr temen2 kl skrg ini emang lebih enak nonon TVRI..
DeleteYah sebetulnya program2 yang positif di tv2 media2 tv kita masih ada.. Cuma sayang porsinya sedikit bgt & umunya mereka gak tayang di jam2 utama.. JAdi kesannya hanya acara pelengkap aja.. Coba aja bandingin sm acara2 sinetron, reality show, infotainment, berita2 yg selalu ada dr pagi sp pagi lagi & jd tayangan prime time pula..
Btw, thx ya.. :)
dimulai dari keluarga pentinga banget :)
ReplyDeletesebelum orang lain yang berubah kitanya dulu yang berubah ya mba
salam kenal dari Bandung :)
iya.. krn terkadang kita cuma bisa jd komentator yg baik.. padahal kl di suruh ngejalaninnya males.. Hehe.. Salam juga dr BEkais ya :)
Deletebunda ke2nai... salam kenal... saya suka banget artikelnya. emang betul ya,, suka sebel juga saya sama media indonesia. insyaallah bisa dimulai dari keluarga ya, semoga generasi setelah kita bisa lebih baik... semangaatt para ibu! generasi penerus bangsa ada di tanganmu..!! ^^/
ReplyDelete